Home » Pengetahuan » Apa Saja Tips Merawat Topi agar Topi Tampak Awet dan Baru?

Apa Saja Tips Merawat Topi agar Topi Tampak Awet dan Baru?

Topi merupakan salah satu bagian fashion yang tidak dapat dipisahkan baik bagi pria maupun wanita. Topi menjadi salah satu cara untuk membuat penampilan agar tampak lebih menarik dan modis. Oleh karena itu, ada banyak topi yang bermunculan dengan berbagai jenis dan model.

Topi dibuat dengan berbagai macam model seperti topi bisbol, topi beanie, topi bulat, topi floppy, dll. Model topi yang bervariasi memudahkan orang untuk memilih topi sesuai dengan kebutuhan dan gaya busana yang mereka punyai.

Sebagai contoh, orang yang ingin traveling pada musim panas akan memilih topi yang memiliki pinggiran agak lebar. Sehingga, topi tersebut dapat melindunginya dari sengatan sinar matahari yang bisa membuat rambut dan kulit kepala menjadi dehidrasi.

Selain itu, topi juga dibuat dengan menggunakan berbagai macam bahan. Salah satunya adalah kain kanvas. Biasanya, kain kanvas yang digunakan untuk membuat topi adalah kain kanvas yang memiliki serat lurus dan agak panjang.

Bahan lain yang sering digunakan adalah laken. Bahan ini memiliki tekstur yang tebal dan sedikit berbulu di kedua sisinya. Sehingga, topi yang terbuat dari laken memiliki tekstur yang agak sedikit berbulu.

Agar topi dapat awet dan digunakan dalam jangka waktu yang lama, kamu harus tahu bagaimana cara merawat topi yang benar. Perawatan topi yang tepat membuat topi dapat bertahan lama tanpa harus mengalami penurunan kualitas tampilan.

Cara Merawat Topi yang Baik dan Benar

Pixabay.com

Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan agar topi dapat menjadi awet dan selalu tampak baru. Salah satunya dengan berhati-hati saat mencuci topi. Pencucian topi merupakan salah satu hal krusial yang harus dilakukan. Mengapa? Setelah digunakan selama satu hari penuh atau bahkan berhari-hari, topi akan cepat kotor terutama di bagian dalam karena keringat yang ada. Oleh karena itu, topi harus dicuci dengan baik.

Mencuci topi tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Topi tidak boleh dicuci dnegan menggunakan air panas. Mengapa? Air panas yang digunakan untuk mencuci topi dapat membuat warna topi menjadi lebih cepat pudar. Sehingga, topi menjadi tampak lawas. Selain itu, air panas juga membuat serat kain yang digunakan untuk membuat topi menjadi lebih renggang sehingga akan menjadi lebih cepat sobek. Kamu bisa menggunakan air dingin untuk mencuci topi. Air dingin tidak akan membuat warna menjadi cepat luntur. Selain itu, serat kain juga bisa lebih terjaga dengan menggunakan air dingin.

Saat mencuci topi, kamu juga sebaiknya tidak menggunakan pemutih. Bahan yang ada pada pemutih memang akan membuat pakaian bersih. Akan tetapi, pemutih juga dapat membuat warna pudar atau bahkan hilang. Sehingga, topi yang dicuci dengan pemutih, warnanya akan pudar atau bahkan hilang. Oleh karena itu, hindari penggunaan pemutih untuk mencuci topi.

Saat mencuci topi, sebaiknya topi dicuci terpisah dari pakaian. Mengapa? Hal ini untuk mencegah warna pakaian yang mungkin saja luntur yang dapat membuat warna topi menjadi tercampur sehingga topi menjadi tidak memiliki tampilan yang bagus.

Selain itu, kamu juga harus mencuci topi dnegan menggunakan tangan. Jangan pernah mencuci topi dengan menggunakan mesi cuci. Mengapa? Topi yang dicuci dengan mesin cuci akan mengalami kerusakan pada tekstur sehingga topi menjadi tidak awet. Selain itu, topi juga menjadi cepat kusut. Topi sebaiknya dicuci dengan menggunakan tangan. Apabila ingin menyikat topi, maka sikatlah topi dengan lembut.

Topi juga tidak boleh dicuci dnegan detergen secara langsung. Detergen yang digunakan sebaiknya diencerkan terlebih dahulu dengan menggunakan air yanng cukup. Setelah itu, topi dimasukkan ke dalam air tersebut sehingga semua permukaan topi dapat terkena detergen secara merata. Hal yang sama juga dilakukan saat akan menggunakan pewangi pada tahap air pencucian.

Banyak orang yang ingin menggunakan mesin pengering agar topi dapat kering dengan cepat. Padahal hal tersebut justru dapat merusak topi terutama bahan topi. Kamu bisa mengeringkan topi dengan cara mengibas-kibaskan topi ke arah bawah supaya air yang ada dalam topi dapat turun dengan mudah.

Topi juga sebaiknya tidak dijemur di bawah sinar matahari secara langsung. Sinar matahari yang mengenai topi akan membuat warna topi menjadi lebih cepat pudar. Topi bisa dikeringkan pada tempat yang berangin dan terlindung dari sinar matahari secara langsung.

Setelah topi benar-benar kering, topi harus disimpan dengan tepat. Sebaiknya simpan topi dalam cantelan khusus topi sehingga bentuk topi tidak berubah. Selain itu, topi juga disimpan dalam tempat kering dan tidak lembab untuk menghindari jamur yang mungkin bisa merusak topi.

Memesan Topi pada Suatu Konveksi

Pixabay.com

Setelah kamu tahu cara merawat konveksi, kamu mungkin ingin membeli topi dengan desain yang unik dan terbatas. Kamu bisa membelinya secara langsung pada beberapa konveksi yang tersebar di berbagai kota. Jika kamu tinggal di sekitar kota Semarang, kamu bisa membelinya di Cahaya Konveksi. Ada banyak koleksi topi dan pakaian yang lain yang dijual pada konveksi tersebut.