Home » Uncategorized » Tiga Pilihan Susu Untuk Anak Hiperaktif

Tiga Pilihan Susu Untuk Anak Hiperaktif

Seorang anak yang hiperaktif membutuhkan asupan gizi yang tepat untuk mendukung aktivitasnya. Melalui susu seorang anak bisa tumbuh lebih maksimal. Ada beberapa pilihan susu yang tepat untuk seorang anak yang hiperaktif. Anak hiperaktif tentu lebih akan aktif dibandingkan dengan anak lain. Jika pada umumnya seorang anak akan merasa lelah setelah bergerak maka sedikit berbeda dengan anak hiperaktif. Anak hiperaktif cenderung tidak mudah lelah walaupun sudah melakukan banyak kegiatan.

Susu pertama untuk anak hiperaktif adalah susu kedelai. Susu kedelai menjadi susu yang cukup terkenal dikalangan para orang tua yang memiliki anak kecil. Susu kedelai memiliki kandungan serat yang sangat tinggi sehingga mendukung kegiatan anak yang hiperaktif. Susu kedelai juga sangat aman untuk dikonsumsi untuk anak dan mampu mendukung perkembangan seorang anak. Jika anak hiperaktif memiliki alergi sebuah susu maka bisa menggunakan susu kedelai untuk mengatasi alergi pada susu tersebut.

Susu yang ke dua adalah susu formula yang rendah lemak. Memilih susu yang rendah lemak sangat cocok untuk anak yang hiperaktif. Seorang anak yang hiperaktif lebih baik dihindari dari susu yang memiliki kandungan gula tinggi. Kandungan gula yang tinggi pada susu mampu mempengaruhi mood dan juga perilaku pada seorang anak. Memilih susu yang rendah lemak menjadi cara paling tepat untuk memilihkan susu pada anak hiperaktif.

Susu yang ke tiga adalah susu kacang almond. Susu kacang almod dianggap sebagai susu yang mampu menenangkan anak yang hiperaktif. Kacang almond mampu menjadi susu dengan kandungan yang sangat baik untuk tubuh anak. Seorang anak yang hiperaktif akan sangat penting untuk mendapat kandungan susu yang mendukung perkembangannya. Itulah tiga susu yang cocok untuk anak hiperaktif. Menggunakan tiga susu di atas anda bisa memberikan gizi yang tepat untuk seorang anak. Anak hiperaktif tentu membutuhkan perhatian yang lebih dari para orang tua dibandingkan anak pada umumnya. Pastikan aktifnya anak bisa tersalurkan dengan tepat melalui berbagai kegiatan yang bersifat positif.