Home » Pengetahuan » Apa itu Break Even Point dan Cara Menggunakan Rumus BEP

Apa itu Break Even Point dan Cara Menggunakan Rumus BEP

Rumus BEP atau break even poin dalam sebuah bisnis sangat dibutuhkan bagi pebisnis yang menginginkan keuntungan atau kepastian kapan terjadinya balik modal. Perhitungan break even poin yang tepat dan sesuai akan menentukan semua itu sehingga Anda bisa lebih tenang dalam memperkirakan kelangsungan bisnisnya.

Pengertian BEP

Dalam ilmu ekonomi akuntansi dikenal sebuah titik di mana pendapatan usaha sama dengan jumlah modal yang dikeluarkan, alias tidak ada keuntungan maupun kerugian. Titik inilah yang dinamakan dengan break even poin atau BEP. Jika orang awam menyebutnya sebagai balik modal dalam usaha. Umumnya, perhitungan BEP dilakukan sebelum usaha dijalankan. Sehingga BEP di sini bisa menjadi proyeksi atau perkiraan usaha yang akan dijalankan.

  1. Fungsi BEP

Perhitungan break even poin memiliki dua fungsi, yakni:

  1. Bisa lebih aware dengan dana yang dikeluarkan. Alias bisa mengukur fixed cost, variabel cost, dan biaya lain. Siapa pun pebisnisnya, pasti tidak ingin terlalu lama mencapai BEP sehingga satu-satunya jalan yaitu melakukan perhitungan BEP untuk menentukan apakah dana yang diterapkan terlalu besar atau tidak.
  2. Digunakan sebagai proyeksi seperti berapa volume unit yang diperlukan untuk mencapai target, sehingga bisa menentukan target harian, mingguan, bulanan, hingga tahunan. Bukan hanya unit produk, tetapi juga nominal rupiah penjualan yang harus dicapai sehingga balik modal dan bisa memproyeksikan kapan seseorang itu mengalami keuntungan.

pxhere.com

Rumus dan Cara Menghitung BEP

Dilansir dari laman rumus.co.id,  ada dua cara untuk menghitung BEP yaitu:

  1. Pendekatan Matematis

Rumus menghitung BEP secara matematis dibagi menjadi dua, yaitu berdasarkan unit dan rupiah. Menghitung BEP berdasarkan unit adalah titik pulang pokok yang dinyatakan dalam jumlah penjualan produk di nilai tertentu alias di jumlah penjualan produk ke berapa bisnis bisa mengalami balik modal.

Kedua, yaitu menghitung BEP berdasarkan nominal rupiah yaitu menghitung pulang pokok yang dinyatakan dalam jumlah penjualan atau akumulasi harga penjualan tertentu. Di sini, Anda akan memperkirakan di jumlah nominal penjualan berapa bisnis bisa mengalami balik modal.

Elemen dalam menghitung BEP ada tiga, yaitu:

  • Fixed cost atau biaya tetap yakni biaya yang dikeluarkan untuk menyewa tempat, pegawai, dan lain sebagainya atau disebut dengan biaya yang harus dikeluarkan meski tidak menjual produk sama sekali.
  • Variabel cost atau biaya variabel yaitu biaya yang dikeluarkan sehubungan dengan kegiatan dalam menjalankan usaha. Biaya variabel ini tidak tetap alias berubah-ubah jumlahnya tergantung aktivitas yang dilakukan. Contohnya saja membayar distribusi, komisi, nota penjualan, dan lain sebagainya.
  • Harga penjualan adalah harga yang Anda tetapkan kepada pembeli di mana harga ini sudah diperhitungkan segalanya, mulai dari bahan baku, produksi, hingga laba.
  • Kontribusi margin per unit merupakan jumlah keuntungan atau laba yang didapat ketika produk terjual.

Dari penjelasan di atas, maka didapat rumus :

BEP Unit

BEP Rupiah

Keterangan :

BEP (break even poin), FC (fixed cost), VC (variabel cost),  P (price per unit), dan S adalah sales volume.

  1. Pendekatan Grafik

Dalam pendekatan grafik tersaji grafik yang menerangkan hubungan antara volume penjualan dengan biaya yang telah dikeluarkan untuk sejumlah operasional perusahaan dan mengenai keuntungan. Grafik ini juga bisa untuk mengetahui biaya tetap, biaya variabel, dan tingkat keuntungan perusahaan.

Dalam pembuatannya, terapkan analisis peluang pokok bahwa harga jual, biaya variabel per unit memiliki sifat konstan. Perhatikan gambar di bawah ini:

Dari grafik di atas, maka terlihat bahwa setiap masing-masing unit penjualan ada informasi yang lengkap dari setiap penjualan dalam rupiah, biaya tetap, variabel cost, lalu total biaya terkait keuntungan atau kerugian. Di sinilah pihak manajemen mampu memperkirakan jika ingin melakukan produksi dengan jumlah tertentu, yang nantinya akan terlihat pula perubahan dalam komponen grafik di atas.

pxhere.com

Contoh soal:

Perusahaan PT. ABC memiliki usaha yang bergerak di bidang berbagai peralatan mesin listrik dengan data-data sebagai berikut:

  • Muatan atau kapasitas dari hasil produksi yang bisa digunakan mencapai 100.000 unit mesin listrik
  • Perkiraan harga jual per unit yaitu Rp5.000,-
  • Total biaya tetap yaitu Rp120.000.000,-
  • Total biaya variabel berkisar Rp250.000.000,-

Dengan rincian:

  • Fixed cost :

Overhead Pabrik = Rp50.000.000,-

Biaya distribusi = Rp55.000.000,-

Biaya administrasi = Rp15.000.000,-

Total = Rp120.000.000,-

  • Variabel Cost

Total biaya bahan baku : Rp60.000.000,-

Jumlah Biaya tenaga kerja = Rp75.000.000,-

Overhead pabrik = Rp10.000.000,-

Jumlah Biaya distribusi = Rp35.000.000,-

Jumlah Biaya administrasi = Rp20.000.000,-

Total = Rp200.000.000,-

Tentukan biaya nilai BEP dalam unit maupun rupiah.

Penyelesaian:

Muatan produksi 100.000 unit dengan harga jual Rp5.000,- totalnya adalah Rp500.000.000,-

Rumus BEP:

Biaya tetap unit = 120.000.000/100.000 = Rp1.200,- per unit

Biaya variabel unit = 200.000.000/100.000 = Rp2.000,- per unit.

Nilai BEP dalam unit:

BEP unit = 120.000.000/(5.000-2.000) = 40.000 unit

Maka untuk mendapat BEP, perusahaan harus menjual 40.000 unit peralatan mesin listrik.

Nilai BEP dalam rupiah:

BEP Rupiah = 120.000.000/ (1-(200.000.000/500.000.000)) = Rp300.000.000,-

Maka untuk memperoleh BEP perusahaan harus mencapai pendapatan Rp300.000.000,-.

Itulah penjelasan lengkap terkait break even poin beserta rumus BEP dan cara menghitungnya. Untuk mencari rumus-rumus komplit kalian bisa cek di rumus.co.id.