Home » Pengetahuan » Mengenal Rumah Adat Dayak, Gambaran Budaya Penuh Makna

Mengenal Rumah Adat Dayak, Gambaran Budaya Penuh Makna

Suku Dayak merupakan masyarakat yang tinggal di hulu atau pedalaman Kalimantan. Dayak merupakan istilah umum untuk lebih dari 200 etnis suku yang menempati wilayah pedalaman bagian tengah dan selatan Kalimantan.

Suku dayak memiliki adat, budaya, hingga rumah adat yang unik dan berbeda dengan lainnya. Artikel kali ini akan membahas mengenai jenis-jenis rumah adat Dayak yang ada di Kalimantan. Apa saja? Berikut ulasannya.

Jenis-Jenis Rumah Adat Dayak

Suku Dayak memiliki lebih dari satu rumah adat, seperti Baluk, Lamin, dan Panjang. Masing-masing bangunan dihiasi dengan arsitektur yang disesuaikan dengan kondisi geografis dan budaya suku. Setiap rumah merupakan gambaran budaya yang sarat makna.

  1. Rumah Baluk

Rumah adat Dayak yang satu ini termasuk yang paling terkenal dan unik dibanding jenis lainnya karena bentuknya yang berbeda. Jika ingin melihat rumah adat ini secara langsung, Anda bisa mengunjungi Kampung Sebujit, Kecamatan Siding, Kabupaten Bengkayang.

Untuk masuk ke dalam rumah, Anda perlu melewati tangga yang terbuat dari kayu belian. Pada bagian depan rumah ini, terdapat 2 patung yang terbuat dari kayu belian juga.

  1. Rumah Betang

Rumah adat dari suku Dayak Kalimantan Tengah ini memiliki bentuk khas, yakni rumah panggung yang memanjang ke belakang atau ke samping. Seperti rumah adat kebanyakan, material utama hunian ini berupa kayu ulin dan kayu besi.

Panjang bangunan bisa mencapai 150 meter dan mampu menampung 5 hingga 7 keluarga. Rumah Betang dapat ditemukan di pinggir sungai karena mayoritas suku Dayak memang lebih suka tinggal di tepian sungai. Bentuk ruangan di dalamnya mirip aula dengan sedikit sekat. Terdapat seseorang pemuka suku yang menjadi pemimpin setiap rumah adat.

Biasanya rumah ini dibangun dengan hulu berada di sisi timur dan hilir menghadap ke barat. Tujuannya adalah agar terhindar dari banjir karena memang lokasinya di pinggir sungai.

Bentuk panggung juga akan melindungi penghuni dari serangan musuh dan binatang buas karena wilayah sungai merupakan habitat utama ular dan buaya. Meski berbahaya, suku Dayak percaya bahwa membangun rumah di pinggir sungai sangat tepat karena dekat dengan air yang merupakan sumber kehidupan.

  1. Rumah Adat Mandi Angin

Bangunan ini merupakan rumah adat suku Dayak Pesaguan. Terbuat dari kayu sebagai material utama, rumah ini berdiri 1 meter di atas tanah. Jenis kayu yang digunakan adalah kayu ulin yang memang terkenal paling kuat dan tahan terhadap segala kondisi cuaca.

Dinding rumah dihiasi dengan ukiran relief yang membuatnya terlihat semakin unik. Hingga kini, rumah Dayak Mandi Angin masih bisa dijumpai di wilayah Tili Butuh, Kecamatan Tumbang Titi.

  1. Rumah Betang Ensaid Panjang

Hunian ini bisa ditemukan di Bukit Kelam, Kalimantan. Salah satu ciri khas rumah adat ini adalah memiliki panjang hingga 118 meter dengan lebar hanya 17 meter. Arsitekturnya juga sangat mencerminkan kebudayaan khas suku Dayak.

  1. Rumah Lamin

Hunian khas suku Dayak Kalimantan Timur ini memiliki panjang sampai dengan 300 meter dengan lebar 15 meter. Arsitektur rumah dipengaruhi oleh berbagai budaya, seperti Banjar, Kutai, bahkan juga Batak.

Bentuk rumah yang memanjang dan bertingkat dengan tinggi sekitar 3 meter membentuk pola sambung-menyambung. Ciri khas rumah Lamin adalah terdapat ukiran khas pada bagian badan rumah yang memiliki filosofi tersendiri. Warna dindingnya didominasi kuning dan hitam.

  1. Rumah Panjang

Rumah Panjang merupakan rumah adat Suku Dayak Kalimantan Barat. Mayoritas mereka bekerja sebagai petani. Karena itulah, hunian ini biasanya dibangun di dekat ladang. Dengan gaya panggung, bangunan ini memiliki ketinggian 8 meter dari tanah.

Sesuai namanya, bentuk rumah adat Dayak ini memanjang hingga 180 meter. Bagian rumah terdiri dari tangga, lantai, dan badan utama. Keunikan lainnya, anak tangga yang dibuat haruslah berjumlah ganjil. Sementara itu, badan rumah dibuat dari kayu ulin dengan lantai dari bambu atau batang pinang.

Fungsi Rumah Adat Dayak

Masing-masing rumah adat suku Dayak memiliki fungsi yang berbeda. Rumah Baluk, misalnya, digunakan sebagai tempat pelaksanaan ritual nyobeng atau nibakng. Tempat ini juga menyimpan tengkorak peninggalan suku Dayak Bidayuh yang sudah dikeramatkan.

Di dalam rumah, terdapat beragam benda pusaka dan barang-barang lain yang digunakan untuk ritual nibakng atau nyobeng. Beberapa benda-benda kesenian tradisiona juga tersimpan disini, seperti sibakng, aguakng, sanakng dan gutakng.

Rumah adat Betang, Lamin, dan Panjang digunakan sebagai hunian masyarakat kebanyakan. Betang Ensaid bisa dihuni hingga 22 kepala keluarga sekaligus, sementara rumah Lamin dengan bangunannya yang besar bisa dihuni sampai dengan 30 kepala keluarga.

Selain rumah adat, daerah Kalimantan juga memiliki pakaian adat yang menjadi ciri khasnya. Anda bisa mengunjungi situs https://mimpibaru.com/ untuk mengetahui ragam pakaian adat yang ada di pulau tersebut.