Home » Pengetahuan » Kenali Agama Islam dengan Mempelajari Perbedaan Haji dan Umroh

Kenali Agama Islam dengan Mempelajari Perbedaan Haji dan Umroh

Beberapa orang yang mungkin baru masuk Islam atau baru mulai benar-benar belajar tentang Islam kurang mengetahui apa perbedaan haji dan umroh. Karena kedua ibadah ini dikerjakan di Tanah Suci, banyak yang menganggap keduanya sama. Perbedannya hanya pada hukumnya saja. Jika haji, itu wajib bagi yang mampu. Sementara umroh itu sunnah meskipun mampu.

Mungkin itu juga yang Anda pahami mengenai perbedaan antara haji dan umroh. Tentu tidak salah. Namun, akan lebih baik lagi Anda memperdalam pengetahuan Anda tentang Islam dalam hal apapun, terutama dalam hal syariat. Kali ini, Anda bisa lebih mengenal Islam dengan mempelajari perbedaan haji dan umroh.

4 Perbedaan Utama antara Haji dan Umroh

Setidaknya ada 4 hal utama yang membedakan antara haji dan umroh. Apa saja itu?

  1. Perbedaan Rukunya

Letak perbedaan yang pertama adalah jumlah rukunnya. Haji memiliki jumlah rukun yang jauh lebih banyak daripada rukun umroh. Jika Anda haji, Anda harus ihram, wukuf di arafah, mabit di muzdalifah, melempar jumrah, tawaf, sya’i dan tahalul. Sementara itu, rukun umroh hanya ihram, tawaf, sya’i, dan tahallul.

Rukun haji ataupun rukun umroh ini hal yang paling inti. Jika ada rukun yang ditinggalkan, maka haji atau umroh tidak sah. Ini seperti rukun shalat berupa takbirotul ihrom, misalnya. Jika Anda tidak melakukan takbirotul ihrom, maka shalat Anda tidak sah.

Karena haji dan umroh itu membutuhkan uang yang begitu banyak, makanya pemerintah Indonesia sangat hati-hati. Pemerintah ingin memastikan semua jamaah yang haji melakukan rukun secara sempurna. Makanya, pemeritah selalu memberikan bimbingan haji terlebih dahulu yang disebut dengan manasik. Di saat manasik haji, calon jamaah haji akan diberi pengetahun sekaligus praktik melakukan ibadah haji.

Bagi umroh, bimbingan dilakukan oleh biro perjalanan umroh. Ini juga penting agar peserta ibadah umroh bisa menjalankan umroh dengan sempurna tanpa meninggalkan satu rukun.

  1. Waktu Pelaksanaannya

Perbedaan yang kedua adalah waktu. Umroh bisa dilakukan kapan saja kecuali di waktu haji. Sementara itu, haji hanya dilakukan pada tanggal 9 hingga 13 Dzulhijjah.

Karena waktu haji yang sudah ditentukan, makanya umat Islam seluruh dunia berebut ingin bisa mendapatkan kuota haji. Sama seperti di Indonesia. Umat Islam di Indonesia berebut agar mereka bisa segera naik haji.

Sayangnya, mereka harus menunggu antrian. Kecuali mereka yang ambil haji furoda. Mereka yang daftar haji furoda tidak perlu mengantri hingga belasan tahun. Jika mereka daftar haji furoda 2021 2022, maka pada tahun itu pula mereka bisa langsung berangkat haji.

Apakah ini legal? Tentu saja legal. Haji furoda tidak mengambil kuota haji reguler. Pasalnya, kuota ini khusus diberikan dari Kerajaan Arab Saudi. Makanya, ini sering disebut dengan haji undangan Kerajaan Arab Saudi.

  1. Tempat Pelaksanannya

Perbedaan selanjutnya adalah tempat pelaksanaan haji dan umroh. Memang ada tempat yang sama seperti tawaf di Makkah, sa’i di Shafa dan Marwah, dan lain sebagainya. Hanya saja, jika Anda melakukan ibadah umroh, Anda tidak perlu wukuf di Arafah, melempar jumrah, dan mabit di Muzdalifah.

  1. Hukum Mengerjakannya

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, haji itu hukumnya wajib bagi umat Islam yang mampu. Bagi yang tidak mampu, maka hukumnya tidak wajib. Sementara itu, umroh itu sunnah entah itu bagi yang mampu maupun yang tidak.

Itulah 4 perbedaan haji dan umroh yang paling utama. Sekarang, ketika ada orang yang bertanya apa perbedaan antara haji dan umroh, Anda bisa dengan meyakinkan memberikan jawaban.

Pilih Berangkat Haji atau Umroh?

Lalu, mana yang seharusnya dilakukan? Sebenarnya, kalau dilihat dari hukumnya, setiap umat Islam harusnya lebih mengutamakan haji. Meskipun antriannya panjang dan mungkin biaya lebih mahal, haji harus diutamakan.

Sayangnya, banyak yang justru mengeluarkan uang untuk umroh padahal mereka belum daftar haji. Ini seperti mengejar hal yang sunnah dan sedikit mengesampingkan hal yang wajib.

Tentu setiap orang memiliki alasan yang berbeda-beda. Ada yang mengatakan haji itu harus antri lama sementara umroh itu bisa dilakukan kapan saja. Apapun itu alasannya, harus dipahami bahwa haji itu wajib. Jadi, bagi yang mampu, seharusnya ada upaya untuk melakukan kewajiban tersebut. Setidaknya dengan daftar haji terlebih dahulu. Ini jauh lebih baik daripada mendahulukan hal yang sunnah dan sama sekali tidak ada upaya untuk mengerjakan hal yang wajib.