Home » Pengetahuan » Mudah Dicoba, Yuk Intip Cara Budidaya Jamur Tiram Putih Untuk Pemula Disini

Mudah Dicoba, Yuk Intip Cara Budidaya Jamur Tiram Putih Untuk Pemula Disini

 

Jamur tiram putih menjadi salah satu jamur yang paling banyak disukai oleh kebanyakan orang. Saking populernya jenis jamur satu ini, membuat banyak orang menciptakan kreasi makanan yang beragam. Karena tingginya permintaan, membuka peluang bagi orang orang untuk melakukan bisnis budidaya atau ternak jamur. Bahkan tak jarang banyak pemula yang ingin memulai bisnis ini. Bagaimana caranya? Yuk simak cara budidaya jamur tiram putih untuk pemula disini.

Menyiapkan Kumbung

Kumbung merupakan tempat untuk merawat baglog serta tempat menumbuhkan jamur, sehingga ruangan ini harus memiliki kemampuan bisa menjaga suhu dan kelembaban. Umumnya kumbung akan terbuat dari bambu atau kayu dengan dinding kumbung dari papan. Dianjurkan kumbung untuk menggunakan atap genteng dan tetap menggunakan lantai dari tanah.

Ada baiknya kumbung ukurannya tidak kurang dari 40 cm. kemudian rak yang digunakan juga ada baiknya dibuat maksimal 3 rak dengan lebar 400 cm dan panjang setiap ruas 1 meter. Dimana seriap ruas tersebut dapat digunakan untuk meletakkan 70 hingga 80 baglog. Sebelum memasukkan baglog ke kumbung, maka pastikan raknya bebas kotoran. Ada baiknya lakukan pengapuran dan penyemprotan dengan fungisida dan diamkan selama 2 hari sebelum memasukkan baglog.

Menyiapkan Baglog

Langkah selanjutnya dalam cara budidaya jamur tiram putih adalah menyiapkan baglog. Baglog merupakan media yang digunakan untuk meletakkan bibit jamur. Karena jamur tiram merupakan jamur jenis kayu, oleh karena itu bahan utama dari baglog kebanyakan menggunakan serbuk gergaji. Biasanya baglog akan dibungkus plastik berbentuk silinder, dengan ujung satunya diberi lubang untuk tempat tumbuh jamur yang menyembul keluar.

Cara merawat Baglog

Menyusun baglog di rak dapat dilakukan dengan dua cara, diletakkan secara vertikal dan horizontal. Umumnya letak baglog yang vertikal, lubang untuk tumbuh jamur akan menghadap ke atas. Sedangkan peletakan horizontal akan membuat lubang baglog menghadap ke samping. Baglog sebagai media tumbuh bibit jamur harus mendapatkan perawatan.

Sebelum disusun, buka terlebih dahulu cincin dan kertas penutup baglog dan diamkan selama 5 hari. Setelah itu, potong ujung baglog agar jamur memiliki ruang untuk tumbuh. Biarkan baglog selama 3 hari dan jangan disiram. Ada baiknya untuk melakukan penyiraman sprayer hingga membentuk kabut bukannya tetesan air. Semakin bagus pengabutannya, maka semakin baik.

Panen Jamur

Saat baglog permukaannya tertutup dengan miselium, biasanya dalam kurun waktu 1 hingga 2 minggu sejak tutup baglog dibuka maka jamur akan tumbuh dan siap panen. Umumnya dalam cara budidaya jamur tiram putih, baglog bisa dipanen 5 hingga 8 kali apabila dirawat dengan baik. Panen ada baiknya dilakukan pada jamur yang sudah mekar dan membesar. Umumnya baglog dengan bobot 1 kilogram akan menghasilkan jamur sebanyak 0,7 hingga 0,8 kilogram.

Itulah beberapa cara yang bisa diterapkan oleh pemula yang ingin membudidayakan jamur tiram putih. umumnya bagi seorang pemula budidaya jamur ini akan terasa sulit, namun jika sudah mengerti cara dan langkah yang tepat akan terasa lebih mudah. Demikian ulasan seputar cara yang digunakan untuk memulai budidaya jamur jenis tiram putih, semoga dapat membantu dan selamat mencoba.