Home » Pengetahuan » Metamorfosis Belalang: Penjelasan dan Prosesnya

Metamorfosis Belalang: Penjelasan dan Prosesnya

Berbicara mengenai daur hidup hewan, Belalang juga menjadi salah satu dari anggota serangga yang mengalami rangkaian metamorfosis semasa hidupnya. Ingin tahu seperti apa rangkaian proses metamorfosis yang terjadi pada belalang, simak selengkapnya.

Metamorfosis belalang termasuk kedalam jenis metamorfosis tidak sempurna. Tidak seperti kupu-kupu yang memiliki daur hidup sempurna, belalang tidak melewati fase pupa atau kepompong dalam daur hidupnya. Belalang sendiri bukanlah merupakan hewan yang langka. Belalang dapat dijumpai di berbagai tempat seperti hutan, kebun, sawah, bahkan di daerah pedesaan belalang dapat di jumpai di halaman rumah dan menjadi mainan anak-anak.

Serangga ini pada umumnya memilik sayap, meskipun terkadang sayapnya tidak dapat digunakan untuk terbang. Ia biasa memanfaatkan kakinya yang panjang untuk melompat berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain. Belalang juga termasuk ke dalam serangga herbivora dari subordo Caelifera dalam ordo Orthoptera. Salah satu yang unik dari serangga ini yaitu memiliki ovipositor pendek dan antena yang lebih pendeng dari tubuhnya, sedangkan umumnya serangga memiliki antena yang panjang. Belalang dapat menghasilkan suara yang biasanya ditimbulkan dari gosokkan femur belakang dengan sayap abdomennya. Bisa juga dihasilkan dari kepakan sayanya ketika terbang. Nah, berbicara mengenai bagian tubuh belalang, apakah Anda mengetahui proses metamorfosisnya? Jika ingin tahu lebih lengkapnya, baca artikel dari materibelajar.co.id berikut.

Penjelasan Metamorfosis Belalang

Metamorfosis yang terjadi pada belalang sama halnya yang terjadi pada jangkrik dan kecoa yaitu metamorfosis tidak sempurna. Metamorfosis tidak sempurna adalah daur hidup yang dialami hewan di sepanjang tahap kehidupannya di mana hewan menetas dari telur kemudian melewati beberapa tahap nimfa hngga dewasa dan tidak melewati fase perubahan yang signifikan.

Jadi seperti yang sudah dijelaskan di atas sebagaimana proses metamorfosis tidak sempurna pada hewan terjadi, proses metamorfosis pada belalangĀ  hanya melalui tiga fase. Ketiga fase tersebut adalah fase telur belalang, kemudian berlanjut ke fase nimfa, lalu berakhir menjadi belalang dewasa (imago). Karena hewan yang melakukan metamorfosisĀ  tidak sempurna ini tidak melalui fase pupa, maka bentuk tubuhnya sejak menetas pun tidak jauh berbeda dengan tubuh mereka ketika dewasa.

Proses Metamorfosis Belalang

Berikut ini kami bahas lebih lengkap tiga tahapan proses metamorfosis tidak sempurna yang dilalui belalang, antara lain sebagai berikut:

  1. Tahap Stadium Telur

Proses metamorfosis belalang yang pertama diawali dengan fase telur. Telur belalang ini berasal dari sel telur belalang betina yang telah mengalami proses pembuahan oleh spermatozoa dari belalang jantan. Setelah proses itu, induk belalang kemudian akan meletakkan telurnya di berbagai tempat yang dirasa aman untuk pertumbuhan dan perkembangan telur belalang. Induk belalang biasa meletakkan telurnya di dedaunan, batang tanaman, sampai di dalam tanah. Dalam satu kali proses pembuahan, umumnya induk belalang bisa menghasilkan 10 sampai 300 butir telur yang bentuknya mirip dengan butiran beras.

Waktu penetasan telur belalang sendiri sangat bervariasi tergantung kondisi lingkungannya. Di daerah tropis, telur belalang dapat menetas dengan lebih cepat. Namun, untuk di daerah sub tropis umumnya telur belalang bisa mengalami masa dorman sampair 10 bulan sebelum akhirnya menetas di awal musim panas. Setelah menetas, nimfa atau bayi belalang yang bewarna putih akan keluar dari cangkangnya.

  1. Tahap Stadium Nimfa

Selanjutnya adalah tahapan stadium nimfa. Nimfa belalang berbentuk menyerupai belalang kecil tetapi belum mempunyai sayap dan juga alat reproduksi. Nimfa belalang yang sesaat setelah menetas dari telur memiliki tubuh berwarna putih, warnanya akan berubah menjadi hijau atau coklat setelah terpapar sinar matahari.

Selama fase ini, nimfa akan mengalami 5-6 kali proses ganti kulit sebelum menjadi belalang dewasa tergantung suhu, kelembaban, dan jenis belalangnya. Nimfa akan memakan daun-daun muda untuk memenuhi nutrisi selama proses pertumbuhannya. Fase ini berlangsung selama kurang lebih 25-40 hari sampai nimfa memiliki sayap kecil di tubunya dan masuk ke fase selanjutnya yaitu belalang dewasa yang sudah siap terbang.

  1. Tahap Stadium Belalang Dewasa

Setelah satu bulan melewati fase nimfa, proses metamorfosis belalang berlanjut ke tahap stadium belalang dewasa. Belalang dewasa memiliki berat tubuh sektar 2-3 gram. Untuk belalang betina dewasa biasanya memiliki ukuran 58-71 mm, lebih besar dari belalang jantan dewasa yang hanya memiliki ukuran 49-63 mm.

Pada fase ini, sayap belalang sudah lengkap dan kuat sehingga telah siap digunakan untuk terbang. Di fase ini juga sistem reproduksi belalang telah matang dan siap digunakan untuk menghasilkan sel telur. Sel telur pada belalang betina nantinya juga akan di buahi oleh spermatozoa belalang jantan sehingga tercipta belalang-belalang baru. Belalang-belalang baru itu juga akan mengalami proses metamorfosis yang sama seperti induknya.

Demikian pembahasan mengenai metamorfosis belalang telah kami jabarkan dari mulai penjelasan metamorfosis belalang itu sendiri sampai ke proses metamorfosisnya. Semoga ulasan dari meteribelajar.co.id kali ini bermanfaat untuk menambah wawasan dan pengetahuan kita semua. Terus kunjungi laman kami yang lainnya dan dapatkan ilmu-ilmu yang bermanfaat. Terimakasih banyak atas kunjungannya dan sampai jumpa.