Home » Pengetahuan » Mengenal Si Cantik Burung Hantu Bubo Sumatranus

Mengenal Si Cantik Burung Hantu Bubo Sumatranus

 

Indonesia memiliki satu spesies dari genus burung hantu terbesar, yaitu bubo sumatranus. Bubo sumatranus ini merupakan burung hantu berukuran besar yang ada di dunia. Di Indonesia sendiri burung hantu ini menjadi burung hantu terbesar dari  burung hantu bubo jenis lainnya. Ukuran dewasa dari burung hantu ini bisa mencapai kurang lebih 45 cm.

Meskipun burung hantu sering dianggap sebagai pembawa kabar buruk oleh masyarakat Indonesia. Namun, burung hantu bubo jenis ini justru memiliki hal-hal sebaliknya. Burung hantu ini justru sering diasumsikan sebagai penanda hal-hal baik dan simbol keberuntungan. Bahkan burung hantu ini dipercaya memiliki kesaktian.

Ketika masih kecil atau anakan, burung hantu ini memiliki bulu yang didominasi warna putih seperti burung hantu salju. Namun ketika beranjak dewasa sampai sudah dewasa, warna tersebut berubah menjadi coklat kehitaman. Burung hantu bubo jenis ini memiliki keunikan di bagian kepalanya. Pada bagian kepala burung hantu ini memiliki bulu seperti alis yang panjang.

Beberapa orang menyebut alis tersebut adalah telinga. Namun, alis tersebut sama sekali tidak berfungsi seperti telinga sebagai alat pendengeran. Ciri lain dari burung hantu ini adalah iris matanya yang berwarna coklat tua, sehingga bola mata terlihat hitam seluruhnya. Burung hantu ini memiliki mata yang berukuran besar serta ukuran pupil yang berdiameter lebar.

Mata besar yang dimiliki oleh burung hantu ini memiliki tipe tubular serta sel-sel batang yang lebih berkembang. Hal tersebut membuat burung hantu dapat melihat objek di malam hari dengan cahaya yang sangat minim. Hal itu juga yang membantu burung hantu ini berburu mangsa di malam yang gelap. Burung ini bisa memangsa tikus, anak ayam, jangkrik dan katak.

Burung hantu ini memiliki suara yang berbeda. Misalnya ketika dalam kondisi biasa akan berbunyi “eeeaaaakk” dengan nada yang lumayan tinggi dan dalam periode wantu antara 30-40 dettik dari satu teriakan ke teriakan berikutnya. Berbeda halnya pada saat musim kawin. Pada saat musim kawin burung hantu ini akan berbunyi seperti ayam yang sedang bertelur “kokokok”.