Home » Uncategorized » Jembatan Kota Intan, Wisata Peninggalan Belanda di Kota Tua

Jembatan Kota Intan, Wisata Peninggalan Belanda di Kota Tua

Kota Tua memang merupakan salah satu destinasi wisata yang sangat wajib untuk kamu kunjungi, terlebih lagi jika kamu sangat menyukai kisah-kisah sejarah. Jalan-jalan di Kota Tua akan sangat menyenangkan sebab ada banyak sekali bangunan bersejarah yang sangat unik dan menarik untuk dikulik. Salah satu bangunan menarik yang ada di Kota Tua adalah Jembatan Kota Intan. Jembatan ini merupakan sebuah jembatan jungkit dengan warna merah marun dan merupakan salah satu bangunanpeninggalan Belanda.

Jembatan ini terbuat dari konstruksi besi dan kayu, merentang di atas ujung Kali Besar di Kawasan Kota Tua, Jakarta. Dulu jembatan ini digunakan sebagai penghubung antara benteng Belanda dengan benteng Inggris. Yang dibuat oleh VOC pada tahun 1628. Nah, jembatan ini merupakan jembatan tertua lho! Sekarang jembatan ini berada di bawah pengelolaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta dan dijadikan sebagai salah satu tempat wisata yang cukup ramai pengunjung.

Ini Dia Sejarah Asal Mula Nama Jembatan Kota Intan

Jembatan yang memiliki panjang sekitar 30 meterdan lebar 4,43 meter ini menjadi satu-satunya jembatan yang dibangun oleh Belanda dan bertahan hingga saat ini. Selain dijadikan sebagai tempat wisata, jembatan ini juga sering dijadikan sebagai tempat untuk melaksanakan berbagai jenis kegiatan mulai dari wisata observasi budaya yang bernilai sejaraj, objek fotografi, dan kegiatan lainnya. Untuk bisa menikmati keindahan dari salah satu warisan Belanda ini, kamu tidak akan dipungut biaya untuk tiket masuk.

Mungkin tidak banyak orang yang tahu jika jembatan ini sempat mengalami beberapa kali penggantian nama . Pada awalnya, jembatan ini disebut dengan Engelse Burg atau Jembatan Inggris pada tahun 1628. Kemudian pada sekitar tahun 1628-1629 jembatan ini sempat mengalami kerusakan karea adanya serangan dari pasukan Banten dan Mataram kemudian dibangun lagi oleh VOC pada tahun 1630 dan kemudian berganti nama menjadi Jembatan Pasar Ayam atau Hoenderpasarburg. Julukan itu disebabkan oleh adanya pasar ayam khusus penduduk Batavia yang terletak di seberang jembatan.

Kemudian pada tahun 1655 jembatan ini sempat mengalami perbaikan karena sempat hancur diserang bencana banjir dan diberi nama menjadi Jembatan Pusat atau Het Middelpunt Burg. Meskipun sempat mengalami beberapa kali perbaikan, namun bentuk dari jembatan ini tidak pernah berubah hingga saat ini. Sejak Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, nama jembatan ini pun diubah kembali sesuai dengan nama lokasi setempat dimana pada masal awal pembagunaannya terletak di ujung kubu/bastion Diamond dari Kastil Batavia. Oleh sebab itulah, hingga saat ini jembatan peninggalan Belanda ini dijuluki dengan Jembatan Kota Intan.