Home » Uncategorized » Demam dan BAB Berdarah Adalah Gejala Radang Usus yang Berbahaya

Demam dan BAB Berdarah Adalah Gejala Radang Usus yang Berbahaya

Kw ; Gejala Radang Usus

 

Radang usus adalah peradangan yang terjadi pada saluran pencernaan yang disebabkan oleh iritasi bakteri/kuman. Radang usus atau yang dikenal dengan penyakit inflamasi usus terbagi menjadi 2 jenis yaitu kolitis ulseratif dan Crohn’s Disease. Kolitis ulseratif atau peradangan yang terjadi pada usus besar sedangkan Crohn’s Disease adalah peradangan yang isa terjadi disemua bagian pencernaan, dari mulut hingga rektum. Faktor- faktor yang mempengaruhi terjadinya peradangan pada usus adalah faktor keturunan, sistem kekebalan tubuh yang terganggu, mempunyai riwayat infeksi, dan kebiasaan merokok.

Gejala paling umum yang dirasakan penderita jika usus mengalami peradangan adalah sakit perut.  Rasa nyeri atau kram yang ditimbulkan merupakan akibat dari adanya sesuatu yang berbeda seperti adanya sumbatan atau infeksi penyebab radang usus. Letak rasa sakit yang timbul bisa membantu anda mendeteksi jenis radang usus yang dialami. Jika  sakit terpusat di kiri bawah perut menandakan itu akibat dari kolitis ulserativa sedangkan jika rasa sakit dirasakan pada seluruh bagian perut maka penyebabnya adalah Crohn’s Disease. Kemudian diare, gejala ini timbul karena adanya infesi oleh bakteri atau virus yang menyerang usus. Infeksi ini menyebabkan usus meradang dan membuatnya lebih sering berkontraksi dan menarik cadangan air lebih banyak pada salurannya. Inilah yang menyebabkan biasanya orang dengan gejala diare akan sering merasa mulas dan feses menjadi lebih cair.

Gejala lain yang patut diwaspadai adalah demam dan BAB berdarah. Demam terjadi sebagai wujud perlawanan tubuh akibat adanya benda asing yang masuk. Demam yang menjadi gejala adanya peradangan pada usus umumnya dialami satu hingga tiga hari. BAB berdarah juga menjadi gelaja lain yang sering membuat panik penderitanya, darah yang keluar bersama feses merupakan tanda bahwa terdapat luka pada saluran pencernaan. Penderita akan sering mengejan sekeras mungkin saat proses BAB sehingga inilah yang mengakibatkan jantung mengalirkan darah lebih banyak menuju anus. Jika pembuluh di anus mengalami pembengkakak bahkan sampai pecah, inilah yang mengakibatkan darah keluar bersama anus.