Home » Uncategorized » Cara Merawat Tali Pusar Bayi

Cara Merawat Tali Pusar Bayi

Bayi di dalam kandungan akan mendapatkan oksigen dan juga gizi dalam darah sang ibu melalui plasenta yang tersambung dengan tali pusar. Akan tetapi, setelah bayi tersebut lahir maka tidak lagi membutuhkan tali pusar. Hal ini karena ia sudah bisa bernapas secara mandiri dan kebutuhan gizi sudah langsung dipenuhi oleh si ibu.

Sering kali merawat tali pusar bayi dianggap sebagai hal yang sepele. Padahal masih ada banyak orang tua yang merasa kesulitan dalam merawat tali pusar hingga puput. Sebenarnya merawat tali pusar tidak terlalu sulit. Hanya saja membutuhkan perawatan khusus dan harus ekstra hati-hati. Berikut ini adalah berberapa cara merawat tali pusar bayi.

  1. Menjaga Kebersihan Tali Pusar

Bayi baru lahir memiliki tingkat sensitivitas yang sangat tinggi sehingga kebersihan tali pusar harus selalu dijaga untuk mencegah terjadinya infeksi. Anda bisa membersihkan tali pusar dengan menggunakan kain berserat lembut yang telah dibasahi dengan air hangat. Setelah itu, keringkan tali pusar supaya tidak ada kuman yang menempel.

  1. Menjaga Tali Pusar Tetap Kering

Supaya tali pusar bisa cepat kering dan terlepas, maka lebih baik untuk tidak membungkusnya dengan apapun. Hal ini bertujuan supaya udara bisa masuk sehingga tali pusar bisa segera terlepas. Pastikan juga pemasangan popok tidak sampai menutupi tali pusar karena hal tersebut bisa membuat tali pusar menjadi lembab.

  1. Jangan Menarik Tali Pusar untuk Melepasnya

Biarkan tali pusar pada bayi terlepas dengan sendirinya. Jangan pernah menarik tali pusar secara paksa untuk melepasnya karena hal tersebut bisa membuat bayi merasa kesakitan dan beresiko menimbulkan iritasi. Biarkan tali pusat puput sesuai waktunya.

Pastikan jika Anda memperhatikan cara merawat tali pusar bayi di atas dengan baik. Intinya Anda hanya perlu memastikan kebersihan tali pusar dan menjaganya agar tetap kering supaya bisa cepat terlepas. Apabila terjadi infeksi pada tali pusar, maka disarankan untuk segera menghubungi dokter anak. Beberapa ciri infeksi antara lain bayi terlihat lemah, lesu, dan demam.