Home » Uncategorized » Cara Menanam Sirih dan Bagaimana Perawatannya

Cara Menanam Sirih dan Bagaimana Perawatannya

 

Daun sirih merupakan tanaman herbal yang sering digunakan oleh masyarakat Indonesia untuk mengobati berbagai macam penyakit. Kandungan daun sirih dapat dibedakan menjadi tiga golongan yaitu flavonoid, alkoloid, dan polivenol. Kandungan senyawa ini yang menyebabkan daun sirih dapat bertindak sebagai obat antiseptik, antiinflamasi, antidiabetik, dll. Sehingga, tanaman daun sirih sering digunakan dalam pengobatan sehari-hari seperti obat mimisan, kesehatan rongga dan mulut, batuk, diabetes, reumatik, dll. Biasanya, daun sirih digunakan dalam bentuk tempelan langsung pada luka terbuka. Sementara itu, untuk pengobatan dalam, daun sirih biasanya direbus terlebih dahulu. Lantas, bagaimana cara pembudidayaan tanaman daun sirih ini?

Untuk membudidayakan tanaman sirih, salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah pohon sandaran yang menjadi tempat hidup tanaman sirih tersebut. Hal ini disebabkan sirih merupakan tanaman yang hidup menjulur. Ada beberapa pohon yang bisa dijadikan pohon sandaran yaitu pohon dadap, pohon kapuk randu, kelor, dll. Pohon sandaran ini hendaknya ditanam sebelum menanam sirih. Sementara itu, kamu juga perlu membuat selokan yang dapat mengalirkan air. Sehingga, tanaman sirih tidak kekurangan air saat kemarau dan tidak kelebihan air.

Tanaman sirih dapat ditanam menggunakan tiga teknik penanaman yaitu teknik stek, teknik stek air, dan teknik merunduk. Teknik stek merupakan teknik penanaman tanaman sirih paling mudah. Kamu bisa menanam 2 batang yang menjadi bakal tanaman sirih pada media tanam yang telah disiapkan. Sementara itu, teknik stek air merupakan teknik dimana batang sirih ditanam pada media air. Sementara teknik merunduk digunakan saat tanaman sirih sudah menjulur sangat panjang. Dengan memotong beberapa cabang kemudian merundukkan pada pohon sandaran lain, tanaman sirih dapat tumbuh menjadi lebih besar lagi.

Perawatan daun sirih cukup mudah. Tanaman ini memerlukan sinar matahari yang tidak terlalu besar. Jika sinar matahari yang mengenai tanaman sirih terlalu besar, daun sirih akan berubah menjadi kekuningan. Selain itu, rasa daun sirih akan menjadi lebih pedas. Daun sirih yang baik adalah yang berwarna hijau segar dan tidak pedas.